Minggu, 22 November 2015

Islam dan Terorisme




Melekatnya Islam dalam Keterkaitan Munculnya Teroris
Dewasa ini, pertanyaan yang sering kali muncul dikepala adalah alasan kenapa Islam sering kali dikaitkan dengan teroris? Teroris bukanlah merupakan isu baru dalam dunia internasional. Pasca terjadinya bom di WTC 11/9/2001, Amerika Serikat. Bahkan akhir-akhir ini telah beredar kembali  isu mengenai teroris setelah kejadian yang menimpa Paris yang belum lama ini. Namun, lagi-lagi permasalahan yang terjadi ini dikait-kaitkan dengan nama Islam. Banyak orang berpikir bahwa apa yang terjadi di Paris terkait bom bunuh diri karena ulah teroris, yang tidak sedikit juga beranggapan bahwa pelaku teroris adalah dari kalangan Islam. Terlebih lagi setelah adanya pengakuan dari kelompok ISIS yang bertanggungjawab terkait serangan yang menewaskan beratus-ratus orang di Paris, pada 13 November 2015 lalu.
 Kondisi seperti ini yang akhirnya akan memunculkan pandangan mengenai Islam merupakan agama yang sangat keras. Terkait hal tersebut sering kali konsep jihad dalam Islam sebagai salah satu alasan untuk melakukan atau memunculkan tindakan teroris. Padahal jika ditelaah kembali mengenai apa konsep dasar jihad itu sendiri, bukanlah sesuatu yang harus menggunakan kekerasan. Bahkan ketika kita mengajak seseorang dalam melakukan kebaikan tanpa harus adanya kekerasan itu pun disebut juga dengan jihad. Oleh sebab itu jika jihad dipahami harus melakukan tindakan kekerasan, sepertinya pemahaman seperti itu sangatlah salah.
Belum lagi, terkait ISIS yang sering kali menyebut dirinya adalah Islamic state (negara Islam), yang segala sesuatu harus berdasarkan Islam. Namun, sepertinya karakter yang dimilikinya sama sekali tidak mencerminkan adanya perilaku atau sikap dari yang disyariatkan Islam itu sendiri. terlebih banyak tindakan yang jauh menyimpang dari ajaran Islam. Salah satunya mengajak seseorang untuk mengikuti agama secara paksa, bahkan harus menggunakan kekerasan atau meneror. Padahal jika dalam agama Islam itu sendiri, tidak  adanya suatu pakasaan terhadap seseorang dalam beragama. Bahkan dilarang untuk memaksa dengan menggunakan kekerasan. Seperti dalam firman Allah SWT:
لآإِكْرَاهَ فِيْ الدِّيْنِ
“ Tidak ada paksaan dalam beragama”
            Hal tersebut cukup jelas menunjukkan bahwa ISIS bukanlah suatu kelompok yang benar-benar menerapkan syariat Islam yang sebenarnya. Karena ajaran Islam yang sesungguhnya merupakan agama yang damai. Terlebih lagi dalam pemberitaan media, seringkali Islam sangat disudutkan, bahkan dipandang buruk. Padahal belum tentu media berita mengetahui secara benar kejadian yang terjadi. Kadang kala dari media satu dengan media lainnya sudut pandang mereka berbeda, meskipun dengan kasus yang sama. Sehingga perlu juga bagi kita sebagai pembaca atau pendengar berita, untuk dapat memilah-milah dan membandingkan berita, yang tidak hanya fokus pada satu media saja. Agar kita dapat berpikir kritis dalam menggapi masalah yang ada.
Oleh sebab itu, melalui pernyataan sebelumnya sepertinya sudah cukup jelas menunjukkan bahwa apa yang terjadi di Paris terkait bom bunuh diri yang dilakukan kelompok ISIS, bukanlah serta merta harus melibatkan agama Islam secara keseluruhan. Melainkan dengan melihat karakter dari ISIS ini sudah sangat menyimpang dari ajaran Islam. Sehingga boleh jadi kelompok ISIS ini dapat dikatakan sebagai kelompok yang tidak memiliki pedoman dalam beragama. Karena sebenarnya jika mereka memiliki pedoman beragama, maka mereka tidak akan melakukan tindakan kekerasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar