Melekatnya Islam dalam Keterkaitan
Munculnya Teroris
Dewasa ini, pertanyaan yang sering
kali muncul dikepala adalah alasan kenapa Islam sering kali dikaitkan dengan
teroris? Teroris bukanlah merupakan isu baru dalam dunia internasional. Pasca terjadinya
bom di WTC 11/9/2001, Amerika Serikat. Bahkan akhir-akhir ini telah beredar kembali
isu mengenai teroris setelah kejadian
yang menimpa Paris yang belum lama ini. Namun, lagi-lagi permasalahan yang
terjadi ini dikait-kaitkan dengan nama Islam. Banyak orang berpikir bahwa apa
yang terjadi di Paris terkait bom bunuh diri karena ulah teroris, yang tidak
sedikit juga beranggapan bahwa pelaku teroris adalah dari kalangan Islam. Terlebih
lagi setelah adanya pengakuan dari kelompok ISIS yang bertanggungjawab terkait
serangan yang menewaskan beratus-ratus orang di Paris, pada 13 November 2015
lalu.
Kondisi seperti ini yang akhirnya akan
memunculkan pandangan mengenai Islam merupakan agama yang sangat keras. Terkait
hal tersebut sering kali konsep jihad dalam Islam sebagai salah satu alasan
untuk melakukan atau memunculkan tindakan teroris. Padahal jika ditelaah
kembali mengenai apa konsep dasar jihad itu sendiri, bukanlah sesuatu yang
harus menggunakan kekerasan. Bahkan ketika kita mengajak seseorang dalam
melakukan kebaikan tanpa harus adanya kekerasan itu pun disebut juga dengan
jihad. Oleh sebab itu jika jihad dipahami harus melakukan tindakan kekerasan,
sepertinya pemahaman seperti itu sangatlah salah.
Belum lagi, terkait ISIS yang
sering kali menyebut dirinya adalah Islamic
state (negara Islam), yang segala sesuatu harus berdasarkan Islam. Namun,
sepertinya karakter yang dimilikinya sama sekali tidak mencerminkan adanya
perilaku atau sikap dari yang disyariatkan Islam itu sendiri. terlebih banyak
tindakan yang jauh menyimpang dari ajaran Islam. Salah satunya mengajak
seseorang untuk mengikuti agama secara paksa, bahkan harus menggunakan
kekerasan atau meneror. Padahal jika dalam agama Islam itu sendiri, tidak adanya suatu pakasaan terhadap seseorang dalam
beragama. Bahkan dilarang untuk memaksa dengan menggunakan kekerasan. Seperti dalam
firman Allah SWT:
لآإِكْرَاهَ
فِيْ الدِّيْنِ
“ Tidak ada paksaan dalam
beragama”
Hal
tersebut cukup jelas menunjukkan bahwa ISIS bukanlah suatu kelompok yang
benar-benar menerapkan syariat Islam yang sebenarnya. Karena ajaran Islam yang
sesungguhnya merupakan agama yang damai. Terlebih lagi dalam pemberitaan media,
seringkali Islam sangat disudutkan, bahkan dipandang buruk. Padahal belum tentu
media berita mengetahui secara benar kejadian yang terjadi. Kadang kala dari
media satu dengan media lainnya sudut pandang mereka berbeda, meskipun dengan
kasus yang sama. Sehingga perlu juga bagi kita sebagai pembaca atau pendengar
berita, untuk dapat memilah-milah dan membandingkan berita, yang tidak hanya
fokus pada satu media saja. Agar kita dapat berpikir kritis dalam menggapi
masalah yang ada.
Oleh sebab itu, melalui pernyataan
sebelumnya sepertinya sudah cukup jelas menunjukkan bahwa apa yang terjadi di
Paris terkait bom bunuh diri yang dilakukan kelompok ISIS, bukanlah serta merta
harus melibatkan agama Islam secara keseluruhan. Melainkan dengan melihat
karakter dari ISIS ini sudah sangat menyimpang dari ajaran Islam. Sehingga
boleh jadi kelompok ISIS ini dapat dikatakan sebagai kelompok yang tidak memiliki
pedoman dalam beragama. Karena sebenarnya jika mereka memiliki pedoman
beragama, maka mereka tidak akan melakukan tindakan kekerasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar