Islam di Eropa
Jika berbicara mengenai dunia Islam dan internasional ,
serasa tidak ada habisnya. Munculnya komunitas muslim saat ini telah menjadi
isu tersendiri. Terlebih menjadi isu yang sangat serius mengenai Islam di
Eropa. Isu yang terjadi dan sering menjadi perbincangan di Eropa sendiri adalah
dengan diawali adanya masalah imigran. Banyaknya warga yang berada dari luar
Eropa (negara-negara Arab) yang berimigrasi dan menetap di Eropa, hanya untuk
memperoleh suaka atau kehidupan yang layak. Karena seperti yang diketahui bahwa
terdapat banyak pula negara-negara luar Eropa, khususnya negara-negara Arab
seperti di wilayah Timur Tengah yang mengalami konflik yang cukup
berkepanjangan.
Oleh sebab itu,
tidak heran jika mereka berbondong-bondong mencari kehidupan yang layak di
negara-negara maju seperti Eropa. Dengan semakin perkembang pesatnya para imigran yang menetap dan pada akhirnya
mereka membentuk komunitas sendiri. Terlebih mereka memiliki sistem sendiri,
seperti status sosial, ekonomi dan budaya yang lebih condong ke arab.
Dikhawatirkan oleh bangsa Eropa jika mereka semakin berkembang, maka tidak akan
menutup kemungkinan memunculkan peradaban Islam kembali. Kondisi seperti ini
juga yang memunculkan masalah baru bagi bangsa Eropa sendiri, yaitu masalah
Islamphobia.
Islmaphobia sendiri merupakan suatu kondisi dimana
orang-orang Eropa merasa takut dan terancam dengan adanya komunitas dan
peradaban Islam yang semakin berkembang dan lebih maju. Terkait isu konflik
yang terjadi di Timur Tengah seperti Syiria, menjadi semakin banyaknya
komunitas muslim yang menetap di Eropa. Lantaran banyaknya para
refugee/pengungsi yang mengungsi ke Eropa untuk dapat memperoleh kehidupan yang
layak dan baik. Namun tidak hanya itu saja, terlebih didukung pula adanya
tragedi serangan bom di Paris yang diduga pelakunya dari kalangan Muslim. Hal
tersebut jelas akan berdampak pada meningkatnya Islamphobia di Eropa sendiri.
Selain itu juga, mereka menganggap dan menilai bahwa Islam merupakan agama yang
mengajarkan kekerasan dan tidak saling toleran.
Namun, terdapat pernyataan yang sangat mengejutkan dari
seorang Imam besar Katholik Ortodhoks di Rusia, dalam menyampaikan khutbahnya
di hadapan ratusan jemaat gereja. Terkait penyataannya yang menilai bahwa masa
depan Rusia akan menjadi miliki Islam (seperti yang dilansir dalam www.mediaislamia.com). Dengan demikian, hal ini cukup membuktikan
tidak semua masyarakat bangsa Eropa menilai Islam merupakan agama yang harus
ditakuti, karena telah mengajarkan kekerasan dan sebagainya. Melainkan dengan
khutbah yang disampaikan Imam besar Katholik Ortodhoks tersebut, cukup jelas
menunjukkan, Islam merupakan agama yang benar.