Kamis, 22 Agustus 2013

Pentingnya Peran Aktif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Mahasiswa adalah generasi muda yang berperan aktif dalam mendongkrak kehidupan yang lebih baik untuk nusa dan bangsanya. Mahasiswa bukanlah seorang pelajar yang hanya duduk mendengarkan kuliah dosen-dosennya ataupun mengerjakan lembaran-lembaran tugas namun lebih dari itu mahasiswa harus memberikan kontribusi yang nyata bagi kehidupan di dunia ini dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga sampai lingkup yang lebih besar yaitu negara. Dulu generasi muda bisa berkontribusi aktif membela negaranya dengan cara bertumpah darah melawan penjajah. Sekarang generasi muda tidaklah perlu bertumpah darah untuk melawan penjajah lagi, karena negara kita tercinta ini sudah merdeka. Generasi muda jaman sekarang hanya perlu berkontribusi aktif dalam membangun negara. Negara kita masih terlihat kurang stabil dalam segala bidang kemasyarakatan. Negara kita ini memerlukan banyak generasi muda yang bisa membangun negara ini menjadi lebih baik dan semakin baik.
Di Indonesia banyak kasus-kasus kesehatan yang menjadi masalah luar biasa. Banyak kasus kesehatan yang belum ditemukan penyelesaiannya. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kader-kader yang berperan aktif dalam menuntaskan masalah tersebut. Sebagai mahasiswa, apalagi mahasiswa prodi ilmu kesehatan masyarakat kita harus bisa membantu memecahkan permasalahan yang ada supaya masalah tersebut bisa terselesaikan.
Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat perlulah membangun negaranya dengan berperan aktif di berbagai kegiatan kesehatan, guna menunjang kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga negara Indonesia. Dunia kesehatan di negara Indonesia masihlah kurang memadai. Karena mahalnya biaya kesehatan, banyak warga negara kita yang kurang mampu dalam mendapatkan pelayanan di bidang kesehatan. Selain itu, timpangnya fasilitas dari segi jumlah maupun kelengkapannya membuat masyarakat indonesia terkesan pasrah dalam mendapatkan akses kesehatan. Mereka tidak bisa menggunakan pelayanan kesehatan karena faktor ekonomi sebagaimana masyarakat kaum ekonomi kuat yang bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai di rumah sakit-rumah sakit mahal. Terkadang untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai kita harus pergi ke negeri orang..
Sebagai mahasiswa kesehatan juga, kita perlu memberitahukan betapa pentingnya kesehatan pada masyarakat. Bukan sekedar hanya untuk sehat, tapi juga harus menjaga kesehatan itu sendiri. Kesehatan menunjang kegiatan kita sehari-hari dalam bekerja dan berfikir. Jika kita kurang sehat, maka akan kurang stabil pula aktifitas yang kita kerjakan. Kesehatan haruslah diutamakan.
Mahasiswa juga dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan dimasyarakat. Mencegah terjangkitnya penyakit-penyakit yang kemungkinan bisa menimbulkan dampak yang luar biasa di masyarakat. Kita bisa menjaga lingkungan agar selalu bersih dan tidak lembab, karena bakteri dan virus penyakit sangat senang tinggal ditempat kotor dan lembab. Mulai dari menjaga diri sendiri, barulah kita mulai menjaga orang lain dilingkungan sekitar kita.
Hal nyata yang bersifat positif lainnya yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat adalah dengan mengadakan seminar-seminar kesehatan kepada masyarakat umum. Kita bisa memulai seminar dari anak-anak sampai dewasa. Dari seminar ini kita bisa memberikan banyak informasi akan sesuatu hal yang bisa menimbulkan penyakit dan juga informasi tentang cara mencegah suatu penyakit. Mahasiswa juga dapat melaksanakan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat. Bakti sosial ini bisa dilakukan ditempat-tempat terpencil yang jauh dari infrastruktur kesehatan.
Sebagai mahasiswa kesehatan kita bisa berkontribusi aktif dalam memperingati hari-hari kesehatan, seperti hari HIV/AIDS sedunia. Memperingati hari kesehatan dengan hal yang berpengaruh positif terhadap masyarakat. Kita bisa memberikan penyuluhan tentang cara mencegah dan bahaya dari HIV/AIDS itu sendiri. Dan masih banyak lagi kontribusi nyata yang bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa kesehatan mempunyai andil besar dalam membangun kesehatan yang lebih baik di masyarakat. Mahasiswa harus mampu berperan aktif dalam bidang kesehatan itu. Mahasiswa harus bisa bekerja sama dengan masyarakat dalam membangun kesehatan yang lebih baik di lingkungannya. Mahasiswa pula harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Dengan menanamkan kata pepatah “Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati” dalam diri kita, semoga kita semua bisa menjaga kesehatan diri kita sendiri dan lingkungan.
Esensi : Mahasiswa kesehatan masyarakat harus berperan aktif dalam membangun kesehatan di masyarakat. Mahasiswa harus bisa berkontribusi secara nyata untuk kesehatan dimasyarakat yang lebih baik.

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/08/11/pentingnya-peran-aktif-mahasiswa-kesehatan-masyarakat-di-indonesia-583406.html

Cerita UMM






Building

University of Muhammadiyah Malang (UMM) was founded in 1964, on the initiative of leaders and leadership of Muhammadiyah Malang area. At its inception the University of Muhammadiyah Malang is a branch of the University of Muhammadiyah Jakarta, established by the Foundation of Higher Education of Muhammadiyah Jakarta by the Notary R. No. Sihojo Wongsowidjojo in Jakarta. Pliers 71-gal June 19, 1963.
At that time, the University of Muhammadiyah Malang has three (3) faculty, namely (1) Faculty of Economics, (2) Faculty of Law, and (3) Faculty of Teacher Training and Education (Guidance and Counseling) Religious Education Department. The three faculty received a Listed status from the Department of Education and Culture, Directorate General of Higher Education in 1966 by Decree No. 68/B-Swt/p/1966 dated December 30, 1966.
On July 1, 1968 UMM officially became an independent university (apart from Muhammadiyah University of Jakarta), whose activities were in the hands of Muhammadiyah Malang Foundation for Higher Education, by the Notary R. Sudiono, no. 2, dated July 1, 1968. In the next development certificate is then updated by the Notary G. No. Kamarudzaman. 7 Date June 6, 1975, and updated again by the Notary Kumalasari, SH No. 026 dated 24 November 1988 and registered in Malang District Court No.. 88/PP/YYS / XI / 1988 dated 28 November 1988.
In 1968, the University of Muhammadiyah Malang add new faculty, the Faculty of Social Welfare which is fi’lial of the Faculty of Social Welfare, University of Muhammadiyah Jakarta. Thus, at that UMM has four faculties. In addition, the Guidance and Counseling Department of Religious Education of the Faculty of Religious enroll as within the auspices of the Ministry of Religious Affairs with the name of the Faculty of Tarbiyah.
In 1970 the Faculty of Tarbiyah gained equal status with the State Islamic University (IAIN), by the Decree of the Minister of Religious Affairs No. 50 of 1970. In this year also the Faculty of Social Welfare changed its name to the Faculty of Social Sciences with the Department of Social Welfare. Then in 1975 the Faculty’s official stand-alone (separate from the University of Muhammadiyah Jakarta) by Decree No. 022 Registered A/1/1975 dated 16 April 1975.
Faculty were then added to the Faculty of Engineering, namely in 1977. In 1980 also opened the Faculty of Agriculture, Faculty of Animal Husbandry followed. Between 1983 to 1993, added new majors and enhanced status suudah majors are there. The latter, in 1993 the University of Muhammadiyah Malang opening Graduate Program Master in Management and a Masters in Rural Sociology.
Until the academic year 1994/1995, the University of Muhammadiyah Malang has nine faculties and 25 departments / The stratum level courses, two courses strata-S2, and one college / strata-D3 Nursing.
In the span of thirty years of traveling UMM (1964 – 1994), the most significant developments started in 1983′s. From that moment onwards UMM recorded impressive growth, either in the Subject field of improvement status, the administrative reform, the addition of facilities and campus facilities, as well as the addition and improvement of quality of managers (administrative and academic).
In the area of ​​physical infrastructure and academic facilities, is now available three campuses: Campus I, Road No. Bandung. 1, Campus II at Jalan Dam No. Sutami. 188a, and Campus III (Integrated Campus) at Highway Tlogo Mas. In the area of ​​increasing the quantity and quality of academic personnel, has been carried out (1) recruitment of young teachers from different universities in the island of Java, (2) improving the quality of the faculty by sending them for further study (S2 and S3) in as well as abroad.
Thanks to the struggle that knows no stopping it, so now UMM been transformed in the direction of college alternative. This has been admitted by Kopertis Region VII Coordinator, who in his official speech at the graduation of University of Muhammadiyah Malang dated July 11, 1992, stated that UMM relatively large colleges and universities prospected into the future.
With the condition continues to increase, now the University of Muhammadiyah Malang proudly but humbly ready to face the future, to participate in the shared task “the intellectual life of the nation” and “building a complete Indonesian man” in the heading to the Indonesian nation with dignity and aligned with the nation- other nations in the world.



Perkembangan Ilmu Pengetahuan






 

Ilmuwan yang berpikir filsafati, diharapkan bisa memahami filosofi kehidupan, mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga lebih arif dalam memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang ditekuninya, termasuk pemanfaatannya bagi masyarakat. Untuk mencapai tujuan itu, maka proses pendidikan hendaknya bukan sekedar untuk mencapai suatu tujuan akhir tapi juga mem-pelajari hal-hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Sehingga, ilmuwan selain sebagai orang berilmu juga memiliki kearifan, kebenaran, etika dan estetika. Secara epistemologis dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan yang ada saat ini merupakan hasil dari akumulasi pengetahuan yang terjadi dengan pertumbuhan, pergan-tian dan penyerapan teori. Kemunculan teori baru yang menguatkan teori lama akan memperkuat citra sains normal.
Tetapi, anomali dalam riset ilmiah yang tidak bisa dise-lesaikan oleh paradigma yang menjadi referensi riset, menyebabkan berkembangnya paradigma baru yang bisa memecahkan masalah dan membimbing riset berikutnya (mela-hirkan revolusi sains). Tumbuh kembangnya teori dan pergeseran paradigma adalah po-la perkembangan yang biasa dari sains yang telah matang. Berkembangnya peralatan analisis juga mendorong semakin berkembangnya ilmu. Contoh epistemologi ilmu dimana terjadi perubahan teori dan pergeseran paradigma terlihat pada perkembangan teori atom, teori pewarisan sifat dan penemuan alam semesta. Dalam perkembangan ilmu, suatu kekeliruan mungkin terjadi terutama saat pembentukan paradigma baru. Tetapi, yang harus dihindari adalah melakukan kesalahan yang lalu ditutupi dan diakui sebagai kebenaran. · Perkembangan teori atom Konsep atom dicetuskan oleh Leucippus dan Democritus (abad ke-6 SM): materi (segala sesuatu di alam) secara fisik disusun oleh sejumlah benda berukuran sangat kecil (atom). Atom merupakan partikel yang sangat kecil, padat dan tidak bisa dibagi, bergerak dalam ruang dan bersifat abadi. Menurut John Dalton (1766–1844) setiap unsur kimia dibentuk oleh partikel yang tak bisa diurai (atom). Pergeseran paradigma terjadi ketika ternyata dibuktikan bahwa atom masih bisa dibagi dan memiliki elektron (J.J. Thomson,1856–1940) dan proton (E. Goldstein, 1886).
Pengetahuan bahwa atom bisa dibagi membuat ilmuwan lalu mereka-reka struktur atom. Thomson, menganalogikan atom seperti roti tawar dengan kismisnya, dimana elektron dan partikel positif terdistribusi merata. Dari penelitian E. Rutherford (1871-1937) disimpulkan bahwa elektron mengorbit mengelilingi nukleus. Postulat ini diperbaiki oleh J. Chadwick (1891–1974): atom memiliki sebuah inti yang terdiri dari nuklei, dan elektron-elektron yang mengorbit mengelilinginya; dan lalu disempurnakan oleh Niels Bohr yang mempertimbangkan efek kuantisasi energi atom. Teori-teori atom dan strukturnya masih terus disempurnakan. Saat ini mulai terjadi anomali yang menggugat paradigma yang sudah ada. Murray Gell-Mann (1964) mengatakan, proton dan netron masih bisa dibagi menjadi quark. · Perkembangan teori pewarisan sifat Pemikiran tentang pewarisan sifat sudah ada sejak jaman dulu. Plato dengan paham esensialismenya menjelaskan, setiap orang merupakan bayangan dari tipe ideal. Esensinya, manusia adalah sama dan keragaman di dunia tidak ada artinya. Perkembangan teori ini diawali dengan dilema yang dihadapi Darwin: apa penyebab variasi dan apa yang mempertahankan variasi? Menurut F. Galton, setiap anak menuju kecenderungan rata-rata dari sifat induknya. Sifat-sifat hereditas konti-nyu dan bercampur, anak adalah rata-rata dari kedua orang tua, maka variasi tidak ada. Sementara menurut Darwin, keragamanlah yang penting, bukan rata-rata tetapi Darwin belum bisa menjelaskan mengapa keragaman tersebut bisa terjadi. Hipotesa sementaranya menjelaskan bahwa kopi sel dari setiap jaringan yang dimasukkan ke dalam darah (gemmules)-lah yang memproduksi keragaman ketika gemmule dibentuk dan dikonversi kembali menjadi sel tubuh pada saat reproduksi. Tapi, perjalanan sejarah ilmu perkembangan sel selanjutnya membuktikan bahwa hipotesis ini salah. Mendell yang melakukan persilangan kacang dan menghasilkan varietas yang berbeda, mulus dan keriput tapi tidak ada yang di tengah-tengah, menyimpulkan bahwa sifat-sifat yang diturunkan bersifat diskrit, ada yang dominan dan ada yang resesif, tapi tidak bisa bercampur. Teori inilah yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pe-ngembangan teori pewarisan sifat. · Perkembangan teori tata surya Prediksi peredaran matahari, bintang, bulan dan gerhana sudah dilakukan bangsa Baylonia, 4000 tahun yang lalu. Kosmologi Yunani (4SM) menyatakan bumi pusat dan semua benda langit mengitari bumi. Konsep ini dipatahkan Copernicus (1473-1543) yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat sistem tata surya dan bumi bergerak mengelinginya dalam orbit lingkaran.

Sumber : http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/1787020-perkembangan-ilmu-pengetahuan/