Rabu, 30 Desember 2015

Islam - Amerika



Islam dimata Amerika
Permasalahan yang terjadi  dan dihadapi oleh peradaban Barat terkait pandangan mengenai umat muslim, masih menjadi gejolak dan pertentangan. Terlebih di negara Adidaya seperti Amerika Serikat misalnya, yang mana sebagian orang-orang di sana memiliki kecurigaan yang berlebih terhadap adanya budaya baru yang masuk dalam sistem sosial mereka. Perasaan seperti inilah yang dinamakan dengan Xenophobia. Pada perkembangan kondisi di Amerika Serikat, sejak abad ke 20 telah berkembang pesat kelompok muslim yang tersebar di sana. Dengan pesatnya perkembangan muslim di Amerika, maka mereka akhirnya membentuk komunitas dan sistem sendiri dengan konsep yang islami.
Ada benarnya mengenai kritikan Huntington terhadap Fukuyama dalam bukunya yang berjudul The end of history milik Fukuyama, menggambarkan bahwa saat ini tidak akan ada lagi adanya perang serius dalam hal yang berkaitan dengan ideologi. Karena dengan kemenagan Barat pada Perang Dingin dengan paham liberalnya, sudah memenangkan peperangan melawan komunisme.  Namun, pernyataan tersebut terbantahkan oleh kritikan Huntington. Ia justru menggambarkan bahwa sekarang ini Barat telah memiliki musuh baru yaitu Islam. Hal ini didukung dengan adanya penyebab konflik yang terjadi karena penolakan Islam terhadap globalisasi. Islam menganggap bahwa globalisasi akan menjadi sesuatu yang merugikan. Sedangkan posisi globalisasi sendiri dilahirkan dan didukung oleh Barat.
Munculnya komunitas Islam di Amerika ini, dengan budaya-budaya yang dianggap baru oleh masyarakat di sana, menjadikan kecurigaan terhadap Islam semakin tinggi. Terlebih lagi karena Islam telah berani untuk menyampaikan aspirasi keislamannya. Sehingga hal ini membuat masyarakat Amerika menjadi takut dengan adanya kelompok muslim. Xenophobia Amerika yang terlalu tinggi terhadap keberadaan Islam ini cukup terlihat. Pasca terjadinya serangan bom di Paris, dengan dibuktikannya penyataan oleh seorang calon Presiden Amerika yang melarang umat Muslim masuk ke Amerika Serikat. Padahal secara rasional, patut kah seorang calon Presiden mengeluarkan pernyataan seperti itu, terlebih negara tersebut merupakan negara yang mengusung adanya demokrasi.
Bukankah dengan pernyataan seperti itu, akan membuat anggapan umat Muslim terhadap Barat menjadi buruk. Kemudian menjadikan kondisi terkait isu-isu mengenai agama, tetap akan menjadi permasalahan yang tidak dapat diselesaikan. Melainkan permasalahan tersebut akan semakin menjadi-menjadi. Dengan demikian, setidaknya hal ini merupakan gambaran dari kondisi Islam di Amerika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar