Islam dimata Amerika
Permasalahan
yang terjadi dan dihadapi oleh peradaban
Barat terkait pandangan mengenai umat muslim, masih menjadi gejolak dan pertentangan.
Terlebih di negara Adidaya seperti Amerika Serikat misalnya, yang mana sebagian
orang-orang di sana memiliki kecurigaan yang berlebih terhadap adanya budaya
baru yang masuk dalam sistem sosial mereka. Perasaan seperti inilah yang
dinamakan dengan Xenophobia. Pada perkembangan kondisi di Amerika
Serikat, sejak abad ke 20 telah berkembang pesat kelompok muslim yang tersebar
di sana. Dengan pesatnya perkembangan muslim di Amerika, maka mereka akhirnya
membentuk komunitas dan sistem sendiri dengan konsep yang islami.
Ada benarnya
mengenai kritikan Huntington terhadap Fukuyama dalam bukunya yang berjudul The
end of history milik Fukuyama, menggambarkan bahwa saat ini tidak akan ada
lagi adanya perang serius dalam hal yang berkaitan dengan ideologi. Karena dengan kemenagan Barat pada Perang Dingin
dengan paham liberalnya, sudah memenangkan peperangan melawan komunisme. Namun, pernyataan tersebut terbantahkan oleh kritikan
Huntington. Ia justru menggambarkan bahwa sekarang ini Barat telah memiliki
musuh baru yaitu Islam. Hal ini didukung dengan adanya penyebab konflik yang
terjadi karena penolakan Islam terhadap globalisasi. Islam menganggap bahwa
globalisasi akan menjadi sesuatu yang merugikan. Sedangkan posisi globalisasi
sendiri dilahirkan dan didukung oleh Barat.
Munculnya
komunitas Islam di Amerika ini, dengan budaya-budaya yang dianggap baru oleh
masyarakat di sana, menjadikan kecurigaan terhadap Islam semakin tinggi. Terlebih lagi karena Islam telah berani untuk
menyampaikan aspirasi keislamannya. Sehingga hal ini membuat masyarakat Amerika
menjadi takut dengan adanya kelompok muslim. Xenophobia Amerika yang
terlalu tinggi terhadap keberadaan Islam ini cukup terlihat. Pasca terjadinya
serangan bom di Paris, dengan dibuktikannya penyataan oleh seorang calon
Presiden Amerika yang melarang umat Muslim masuk ke Amerika Serikat. Padahal
secara rasional, patut kah seorang calon Presiden mengeluarkan pernyataan
seperti itu, terlebih negara tersebut merupakan negara yang mengusung adanya
demokrasi.
Bukankah dengan pernyataan seperti itu, akan membuat
anggapan umat Muslim terhadap Barat menjadi buruk. Kemudian menjadikan kondisi
terkait isu-isu mengenai agama, tetap akan menjadi permasalahan yang tidak
dapat diselesaikan. Melainkan permasalahan tersebut akan semakin
menjadi-menjadi. Dengan demikian, setidaknya hal ini merupakan gambaran dari
kondisi Islam di Amerika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar